Tampilkan postingan dengan label sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sastra. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Desember 2016

Enggan Kembali

Pertanyaan yang sama akan muncul
Masihkah hatimu menyimpan rasa?
Kutegaskan dengan sikap
Semua sudah sirna
Bersama rangkaian kisah yang tak elok tuk diingat

Memori dan kenangan sudah terhapus oleh waktu
Suka citamu dulu tak sedikitpun tersisa di benakku
Kata-kata klise yang sering kau ucap mulai melebur bercampur ragu

Tak ada lagi hangat seperti dulu
Karna ulahmu yang menganggu
Merusak segala impian yang telah menggunung
Menjajah hati yang kini kembali berdebu

Aku hanya meminta
Tak banyak yang kuharap
Rasa ini berat untuk kutemukan
Jangan paksa aku untuk kembali mendekap
Karena akibat sekalipun tak akan terjadi tanpa sebab

#R_20des2016

Rindu Tak Kunjung Bertemu

Aku cemburu
Rindu matahari dengan awan selalu bersambut kala pagi
Bulan bintang pun tak kalah syahdu tiap malam hari
Saling melengkapi dan memberi arti
Tapi itu hanya sekilas fantasi

Lama tak kunjung memeluk sang pemilik hati
Suara yang lembut kian menjauh
Sapa dari bibir manis itu menjadi halu
Tangan yang tak pernah bertaut
Diiringi tatapan mata yang sudah lupa cara memandang

Terlalu lama
Ya, terlalu lama rindu ini tertahan
Di sela hati yang temaram
Pun aku sempat memendam
Ingin kujemput bersama tetesan air hujan

Namun, sepertinya itu hanya gurauan
Karena rinduku tak akan pernah tersampaikan
Biarlah ini menjadi cerita
Bahwa kita pernah menyimpan rasa yang sempat membara

#R_20des2016

Mata Mendung Ibu Pertiwi

Kelam sekali langit akhir-akhir ini
Musim hujan kian menjadi
Ada apa dengan bumi pertiwi?
Apa sudah terlalu tua untuk dipijak?
Tak ada yang mengerti

Warna hitam pekat memancar dari mata sang ibu
Sekiranya menahan segala bentuk bencana yang tengah melanda
Perdebatan antar umat manusia
Hingga banyak manusia mati dengan percuma

Kita tidak bisa mengatur
Apalagi merencanakan semua yang ada
Belajarlah dengan pengalaman
Mungkin kita kurang meminta
Atau Tuhan mulai murka
Melihat umatnya sudah tak bisa bersikap seperti manusia

Sang ibu kini terlihat lemah
Ia rindu buminya seperti dahulu
Banyak orang bersatu tanpa melihat suku
Memikul beban bersama
Memajukan bangsa dengan gempita

Kerinduan yang mustahil untuk diwujudkan
Tak kan kembali sebelum ibu pertiwi menangis
Membawa peringatan penuh arti
Sampai manusia benar-benar mau memahami

#R_20des2016

Pembenci Tetap Membenci

Pembenci,
Ya... Itulah salah satu sifat manusia
Terkadang hal itu bisa menjadi karakter
Berperan penuh untuk membenci sesamanya

Pembenci,
Apa pekerjaannya?
Berdagang, tukang cuci mobil, atau seorang bos?
Bukan itu semua
Pembenci bekerja untuk membenci
Sekali membenci hal yang terlihat benar pun akan dicaci

Pembenci,
Bukan keinginan seseorang untuk menjadi seperti itu
Hanya kedengkian, kesombongan, dan kesalahan menjadi alasan
Semua diawali dengan "KARENA"

Tapi semua tidak bisa berdusta
Pembenci akan selalu membenci
Selama raga ini belum mati
Saat hal yang patut dibencipun masih membayangi

#R_20des2016

Aku Membiru

Jika sekarang hati ini masih biru
Tak usah kau tanya
Aku masih sama
Sendiri dengan balutan kalbu
Bersama sendu yang terus menjerat di tidur malamku

Aku tak khawatir
Sedikitpun tak pernah meragukan kuasa-Nya
Di saat hati ini berperang pedih
Angka-angka umur yang kian menggelinding
Aku menjadi yakin
Ini belum saatnya untuk berdua

Raga yang ringkih ini belum mau untuk berjuang
Jiwa yang kusebut tegar belum mampu memiliki tuan
Biarlah tetap begini
Hingga sampai rahasia indah itu terbuka dengan sendiri

#R_20des2016

Senin, 19 Desember 2016

Memilih Pilihan

Setiap manusia selalu dihadapkan dengan pilihan
Pilihan yang mengharuskan untuk memilih
Satu pilihan yang dipilih untuk dipilah
Merelakan sebuah keinginan demi suatu keputusan

Tidak cukup mudah untuk menjadikan nyata
Sukar memang untuk membuatnya ada
Tapi di sinilah egomu diuji
Menentukan sebuah pilihan untuk harapan

Ketegasan yang selama ini enggan nampak
Kini saatnya untuk terlihat
Risau, gundah dan terlebih galau selalu menjadi pendamping setia
Namun manusia hanya mempunyai satu yang dipilih
Memilih pilihan dari yang terpilih

#R_20des2016