Selasa, 20 Desember 2016

Bibir Gelas Memerah

Setidaknya kau masih ingat
Saat itu matahari enggan beranjak
Kelam pagi berselimut petang
Menyakitkan memang ketika perasaan ini pun demikian

Seduhan hangat di gelas berwarna hitam
Minuman pahit tak berasa
Seperti tak berbekas
Namun masih teringat di lubuk yang paling dalam

Kau hampir menuangnya
Seraya berucap tak enak kata
"Inikah yang disebut kedamaian?"
Aku tak mengerti apa maksud ucapannya

Wajah murka semakin memerah
Seperti gincu yang kau gunakan kala itu
Mengecap bak bibir di gelas hitamku

Aku hanya tertunduk tanpa berkata
Lalu kau pergi dan menghilang
Tanpa kenangan
Sampai kini sulit untuk kukejar

#R_21des2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar