Rabu, 04 Januari 2017

Aku Siapa

Melihat asap-asap api yang mulai mengebul
Titik-titik merah kian bermunculan
Aku hanya takut kebakaran akan terjadi
Bukan masalah jenggot atau rumah
Tapi negaraku yang damai ini

Aku ini siapa, berteriak tak didengar
Bicara pun tak dilirik
Geram hati ingin berontak
Tak bisa membela namun ingin bicara kebenaran
Ya, kebenaran seperti emas berlian namun tak rupawan

Aku ini siapa, turun tangan pun tak ada guna
Miris, ingin menangis namun takut menjadi sia
Negeriku telah krisis kepercayaan
Mati jiwa, mati harga diri

Semua mementingkan masalah duniawi
Apa yang ada di benak mereka
Ketika salah dibenarkan
Melihat kebenaran seolah menjadi sebuah kesalahan

Banyak yang buta namun bisa melihat
Menjadi tuli adalah pilihan yang tepat
Tak peduli mereka yang berdebat
Yang penting komisi cukup didapat

Aku ini siapa, menjadi debu di saat ramai demonstrasi
Hampir tak terlihat
Tak terpikir olehku untuk melangkah jauh ke sana
Bergumul dengan orang yang tak punya hati dan akal sehat

Cukuplah, negeriku sudah terluka
Pahlawanku tak mengajarkan pertengkaran
Bila tidak bisa bersatu, setidaknya mengingat
Darah pejuangku rela tumpah
Membangun negeri yang elok penuh cinta

#R_4Jan2017

Jumat, 30 Desember 2016

Luka Sementara

Jangan lagi kau goreskan tinta
Hitamnya tak pernah ada
Sebatas sandiwara saja
Namun akhirnya berujung luka

Memintamu untuk tinggal hanya impian
Kau memilih mengejar kenangan
Menggali dalam setiap denyutan
Menyibak semua perasaan

Aku tak ingin berlama
Menjaga hati yang tak bernama
Ini menjadi petaka
Membuatku mati rasa

Biarkan saja aku di sini
Luka ini telah mengering
Sama seperti air mataku
Tak akan pernah lagi mengalir

#R_31des2016

Belajar dengan Kehidupan

Jangan membuatku benci
Jika tak ingin kubenci
Aku tak menuntut banyak darimu
Hanya sedikit yang ingin kucari
Kedamaian diri hakiki

Tingkahmu tak layak kupanggil tua
Tuturmu tak pantas kusebut dewasa
Kau tak terlihat menawan
Apalagi mengagumkan

Aku bukan pembenci kelas kakap
Membencimu adalah sia-sia
Sebab kau tak akan mengerti
Perjuangan yang sebenarnya

Lihatlah, paling tidak melirik
Berubahlah, setidaknya belajar
Kesalahan memang menjadi momok
Tapi akan menjadi buta bila tak sadar
Bahwa hidup tak terus seperti ini

#R_31des2016

Sebatang Lagi

Kau terlihat hanya sebatang
Seperti tipuan memang
Namun asapmu mematikan
Abumu tak pernah menjanjikan

Ketika kuhirup udara pagi
Mereka tak lagi segar
Hanya gara-gara sebatang
Mengubah putih menjadi petang

Ia meminta "sebatang lagi"
Kupastikan hidup ini tak akan panjang
Dada sesak penuh kotoran
Asap putih melilit kerongkongan

Sudahlah...
Tak berguna lagi sebatang itu
Aku masih ingin meramu masa depan
Hiruplah sendiri kematianmu
Tanpa harus menodaiku

#R_31des2016

Rupiah Ibu Kota

Semakin hari semakin sulit
Apa dunia menjadi sempit?
Sehingga banyak manusia menjerit
Karena kebutuhan semakin menghimpit

Mereka berlarian ke ibu kota
Harapan bekerja kian menyapa
Namun sepertinya percuma
Tak sedikit yang putus asa

Klakson kendaraan bersautan
Saling berperang menembus kemacetan
Manusia mulai menumpuk
Layaknya semut tengah mencari makan

Tak seperti apa yang kukira
Indahnya ibu kota bukan jaminan
Banyak orang yang tak ingin susah
Namun apa daya itu hanya sekedar angan

#R_31des2016

Cinta Sebenarnya

Jika cinta, tak usah meninggi
Cinta tak butuh sosial media
Ia hanya ingin menikmati
Setiap detik insannya menyayangi

Jika cinta, tak perlu kau berbagi
Cukup kau rasakan sendiri
Belajar menjaga sebuah hati
Tanpa harus saling menyakiti

Jika aku cinta, aku akan berdiri
Menyendiri dan mulai memahami
Jika kau tengah mencinta, jangan kau hindari
Rasakan tiap getarnya dalam denyut nadi

Aku mencintaimu, tanpa harus kuabadikan dalam pajangan
Memeluk mesra bak pasangan yang tanpa rintangan
Aku mencintaimu cukup dalam dekapan
Tak harus ditunjukkan namun tetap kuperjuangkan

#R_31des2016

Wanita Rupawan

Aku tengah jatuh cinta
Kepadamu wanita bermata coklat
Rambut panjang hitam bergelombang
Bibir tebal namun rupawan
Kulihat seperti lukisan indah menawan

Sosok yang sempurna
Berdiri semampai kaki memanjang
Suara lembut kian merengkuh sadarku
Senyum manis bak gula batu

Hai wanita, siapa kau punya nama?
Aku tak akan menggoda
Biarkan saja aku mengenalmu
Menyelamimu dalam setiap tanyaku
Mendekatkanku dengan duniamu

Kini aku pun tak mampu menahan
Seakan mulut ingin melamar
Janji manis bukan harapan
Aku hanya ingin semua jadi kenyataan

#R_30des2016